Wall Street naik, Nasdaq memimpin didorong saham Microsoft

Info – Indeks-indeks utama Wall Street naik pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) dengan indeks Nasdaq memimpin yang didorong oleh saham Microsoft yang mencapai rekor tertinggi setelah mempekerjakan eksekutif kecerdasan buatan terkemuka.

Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 203,76 poin atau 0,58 persen ke 35.151,04, indeks S&P 500 naik 33,36 poin atau 0,74 persen ke 4.547,38, dan Indeks Komposit Nasdaq menguat 159,05 poin atau 1,13 persen ke 14.284,53.

Nasdaq mencatatkan level penutupan tertinggi sejak 31 Juli sementara S&P 500 mencatatkan penutupan tertinggi sejak 1 Agustus.

Sub-indeks teknologi informasi S&P 500 berakhir naik 1,5 persen dan menjadi peraih keuntungan terbesar atau top gainer di antara 11 sektor utama S&P 500. Dorongan terbesar datang dari saham Microsoft, yang menyentuh rekor tertinggi dan berakhir naik 2 persen.

CEO Microsoft Satya Nadella mengatakan Sam Altman, yang memimpin OpenAI hingga ia digulingkan akhir pekan lalu, akan bergabung dengan Microsoft untuk memimpin tim peneliti AI tingkat lanjut yang baru. Microsoft juga akan merekrut Greg Brockman, salah satu pendiri OpenAI lainnya serta peneliti lainnya.

Berita tersebut memberi dampak positif bagi pasar karena saham-saham teknologi kelas berat lainnya termasuk Nvidia dan Apple juga menguat.

Investor menyambut musim pelaporan yang lebih baik dari perkiraan dan tren penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang sedang berlangsung, kata direktur pelaksana Granite Wealth Management Bruce Zaro di Providence, Rhode Island.

“Pasar menyukai apa yang dilihatnya dari perilaku pasar obligasi. Pasar menyukai apa yang dilihat dalam laporan laba dan sedang dalam suasana liburan,” ujar Zaro, seraya mencatat bahwa investor mungkin bersiap menghadapi reli yang sering kali terjadi bersamaan dengan musim liburan akhir tahun, dikutip dari Reuters.

Dow Jones mencatatkan level penutupan tertinggi sejak 9 Agustus. Indeks acuan S&P 500 berakhir kurang dari 1 persen, di bawah puncak penutupan tahun 2023 yang dicapai pada akhir Juli.

Indeks-indeks utama Wall Street telah menunjukkan pemulihan sejauh ini pada November setelah sekitar tiga bulan melemah, karena bukti meredanya inflasi AS telah mendukung spekulasi bahwa Federal Reserve telah selesai menaikkan suku bunganya.

Indeks utilitas yang defensif adalah yang terlemah di antara 11 sektor utama S&P 500, berakhir turun 0,3 persen diikuti oleh sektor konsumen yang ditutup turun 0,01 persen.

Meskipun volume perdagangan seringkali tipis menjelang libur Thanksgiving AS pada Kamis (23/11), investor akan memiliki setidaknya dua katalis potensial untuk dipantau.

Salah satunya adalah laporan triwulanan yang akan dirilis pada Selasa dari perancang chip Nvidia, yang sahamnya dipandang sebagai salah satu cara terbaik untuk bertaruh pada industri kecerdasan buatan yang sedang berkembang. Laporan Nvidia akan mengakhiri musim pelaporan untuk kelompok perusahaan megacap yang disebut “Magnificent Seven”.

Juga pada Selasa, The Fed diperkirakan akan menerbitkan risalah pertemuan November yang mungkin memberikan petunjuk mengenai arah suku bunga AS.

Para pedagang hampir sepenuhnya memperkirakan kemungkinan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada Desember dan beberapa sudah mulai memperkirakan penurunan suku bunga segera setelah bulan Maret, menurut FedWatch Tool CME Group.

Mengakhiri minggu ini, lalu lintas pejalan kaki di toko-toko pada Black Friday dapat memberikan ukuran terhadap kondisi belanja konsumen AS.

Di antara saham-saham penggerak individu, saham Bristol Myers Squibb turun 3,8 persen karena Bayer Jerman pada Minggu (19/11) menghentikan uji coba tahap akhir obat anti-pembekuan darah baru, sehingga merusak kepercayaan investor pada semua perusahaan yang mengembangkan kelas obat serupa.

Sementara saham Boeing naik 4,6 persen setelah Deutsche Bank meningkatkan peringkat perusahaan dirgantara itu menjadi “beli” dari “tahan” dan menaikkan target harganya menjadi 270 dolar dari 204 dolar.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 10,1 miliar saham dibandingkan dengan rata-rata 11 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Jumlah saham-saham yang naik melebih jumlah saham yang turun dengan rasio 2,17:1, sedangkan untuk Nasdaq rasionya 1,66:1.

S&P 500 mencatatkan 29 titik tertinggi baru dalam 52 minggu dan satu titik terendah baru, sementara Nasdaq mencatat 78 titik tertinggi baru dan 90 titik terendah baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *